Kijang Super [Generasi 3 (A) : 1986-1992 (KF40/KF50)]

 

Dengan perubahan total pada eksteriornya, pada Nopember 1986, generasi ketiga mulai diperkenalkan. Sebagian pemerhati otomotif, berkelakar bahwa Kijang baru mulai menjadi mobil sungguhan pada periode ini. Mulai generasi ini, telah digunakan teknologi Full Pressed Body, yang dapat mengurangi sekitar 2-5 kilogram dempul per mobil.

 

 

Awam mungkin bertanya-tanya, dempul kok bisa dihemat sampai 5 kiloan begitu, memang totalnya tadinya berapa kilo? Walaupun di negara yang lebih maju sistem pembuatan body sudah canggih, pada pertengahan 80-an di Indonesia industri Karoseri masih jor-joran dempul dalam jumlah yang luar biasa untuk membuat body mobil. Dari fenomena ini kemudian muncul istilah 'body ngaleng' (klontang-klontang kayak kaleng) untuk antara lain mempromosikan 'great car' alias mobil bekas yang tidak banyak dipoles dempul. Masyarakat pemburu mobil second pun kemudian mengembangkan berbagai teknik pengujian untuk mengenali body ngaleng ini. Mulai dari sekedar tok-tok dengan tangan, pemeriksaan visual, pemeriksaan dengan magnet, dan lain sebagainya.

 

 

 

Dari generasi inilah mulai diperkenalkan varian chasis pendek (KF40) dan panjang (KF50), dengan konstruksi chasis yang telah mengalami perbaikan. Ini memantapkan visi Kijang sebagai kendaraan serbaguna dan fleksibel. Pada generasi ini mulai ada banyak varian yaitu berupa:

 

         Chassis: pendek/short atau panjang/long

         Bentuk body:

o        minibus (selain body asli TAM ada pula yang digarap Karoseri, melanjutkan tradisi sebelumnya).

o        pickup (sesuai tradisi sebelumnya, pickupnya memiliki sejumlah varian lagi: bak biasa, flat-deck, cab & chassis only tanpa bak untuk mobil box dlsb, cab berlantai untuk digarap oleh karoseri).

         Kelengkapan/features: standar atau deluxe. Pembedanya antara lain power steering, dan 5-speed transmission. Selanjutnya ada perbedaan tipe mesin pula antara 1500cc vs. 1800cc.

 

Mesin 1500cc sebelumnya yang ngelitik karena memiliki perbandingan kompresi 9,3:1 yang tidak pas untuk kualitas BBM di dalam negeri yang kurang baik disempurnakan dan menjadi lebih bertenaga.

 

 

Sistem kemudi mengalami penyempurnaan, dengan diterapkannya sistem re-circulating ball dan penggunaan variable gear ratio. Bentuk fisiknya dibuat lebih indah, tidak lagi berupa sudut-sudut tekukan patah, tetapi dibuat lengkung-lengkung pada sudut bodi. Demikian pula kaca depannya mulai melengkung seperti kaca sedan. Konsep dasarnya dikembangkan tidak lagi untuk pickup dan siap dimodifikasi menjadi minibus, tetapi memang disiapkan sebagai pickup dan minibus dari awalnya.

 

 

Untuk menambah rasa nyaman, suspensi bagian depan diubah menjadi double wishbone dengan pegas batang torsi, sedangkan konstruksi bagian belakang menjadi over axle (per daun di bawah gardan diubah menjadi di atas gardan). Dengan sistem ini Toyota Kijang menjadi lebih kuat.

 

 

Penggunaan rem cakram juga mulai diperkenalkan mulai Kijang generasi ini. Can you believe it? VW kodok yang kuno saja sudah mengenal rem cakram sepuluh tahun sebelumnya, Toyota Kijang baru tahun-tahun ini! Rem tangan versi ini berada di dasboard, berupa tongkat seperti tongkat untuk kakek-kakek. Tidak seperti sedan, tetapi bentuk ini sesungguhnya sangat praktis karena membuat baris depan dapat diisi tiga orang penumpang dengan leluasa.

 

Saya memegang SIM sejak tahun 1986. Walaupun sering naik mikrolet kijang generasi doyok dan buaya, saya belum pernah satu kalipun mengemudikannya. Baru pada Kijang Super-lah saya berkesempatan mengemudikan. Waktu itu, pertama kali pegang, langsung harus perjalanan luar kota ke Cipanas, yang mana jalan Bandung-Cipanas saat itu belum sebaik sekarang. Saya cukup terkesan juga. Saya pernah memegang VW kodok, Honda Excellent, Mitsubishi Lancer, Honda Accord, dan beberapa mobil ukuran kecil lainnya, dan pernah merasakan betapa sulitnya orang yang jarang pegang mobil untuk mengemudikan mobil ukuran besar macam Jeep CJ7. Ternyata Toyota Kijang Super mudah diadaptasi oleh saya yang jarang mengemudi dan cukup nyaman pula untuk dikemudikan jarak jauh. Ini sekedar ilustrasi untuk menggambarkan mengapa Toyota Kijang jaya pada masa-masa itu.

 

 

Interiornya masih jauh dari kesan mewah, relatif sederhana, tetapi kelihatan didesain oleh produsen yang telah berpengalaman bertahun-tahun membuat mobil awet secara efisien. Trim di pintu, plafon, karpet, plastik-plastik di dashboard, dan seterusnya mulai lengkap seperti mobil 'sungguhan'. Dengan penyempurnaan ini, mulai banyak kalangan yang semula melecehkan Kijang menjadi pemilik Toyota Kijang. Para penggemar modifikasi juga banyak yang menggarap Kijang mulai dari generasi ini. Sedangkan Kijang generasi sebelumnya, jarang yang menjadi garapan para penggemar modifikasi masa kini. Generasi sebelumnya, hanya jadi garapan modifikasi masa lalu pula, itupun dikerjakan bukan karena hobi, melainkan karena memang butuh dimodifikasi, antara lain terpalnya diganti kaca agar tidak kehujanan, dan sebangsanya yang memang sangat diperlukan.

 

Berikut ini adalah gambaran harga dan varian Toyota Kijang pada Juni 1991 dan beberapa harga mobil lain sebagai pembanding. Ya, kira-kira harganya dikalikan 10x hampir mendekati harganya saat ini.

 

Mobil (Per Juni 1991)

Harga (Jt Rp.)

Catatan

Toyota Kijang:

 

 

Kijang PU Short

15.0

 

Kijang PU Long

16.3

 

Kijang MB Short Standar

19.0

 

Kijang MB Long Standar

19.3

 

Kijang MB Short Super

22.2

 

Kijang MB Long Super

22.8

 

Kijang MB Short SE

27.2

Special Edition

Kijang MB Long SE

27.6

Special Edition

Mobil Lain Pembanding:

 

 

Chevrolet Luv

21.0

 

Daihatsu Zebra

16.5 - 16.7

Berbagai Model

Isuzu Panther PU

18.0 - 18.4

Berbagai Model

Isuzu Panther MB

25.7 - 26.0

Berbagai Model

Mazda MR90

22.8

 

Mitsubishi T120SS

13.5 - 18.0

Berbagai Model

Mitsubishi Colt L300

20.5 - 30.7

Berbagai Model

Suzuki Carry

12.0 - 17.5

Berbagai Model

 

Untuk menyempurnakan mesin, Teknologi Advance Super Response Engine (ASRE) diadopsi untuk menyempurnakan sistem pasokan bahan bakar, sehingga terjadi peningkatan performa dari 61 ps menjadi 63 ps. Ini kisah lanjutan dari generasi mesin 1500cc yang terus disempurnakan itu.

 

Transmisi yang digunakan juga tersedia dalam dua pilihan, 4 speed dan 5 speed. Ini lagi, ternyata 5-speed baru diaplikasikan di akhir 80-an! Honda Civic sudah mulai memakainya lama sebelumnya.

 

Sistem kemudi rack & pinion mulai diperkenalkan di tahun 1991. Pada tahun tersebut sekaligus dilakukan penyempurnaan per belakang dan as kopel tipe 3 sambungan pada chassis panjang, guna mengurangi getaran.

 

Setelah pada periode sebelumnya Kijang cukup sukses melibas Chevy Luv dan Colt, pada generasi ini (awal 90-an) persaingan berat muncul dari Isuzu Panther dan Indomobil yang meluncurkan Mazda MR90 (format sedan) dan Mazda Vantrend (format station wagon). Walaupun harganya lebih murah dan menawarkan kenyamanan sedan asli, Mazda gagal dengan kampanyenya karena kemudian dipersepsi sebagai mobil murahan dan merendahkan gengsi pemakainya. Kenyataan bahwa MR90 dan Vantrend merupakan mobil yang relatif ringkih membuatnya sulit dipasarkan di Indonesia yang sudah terbiasa dengan Kijang yang bandel.

 

Pengalaman berhadapan dengan sedan murah ini mungkin yang akhirnya mengilhami iklan Kijang yang menampilkan anak kecil penyuka Kijang karena Kijang dapat menampung Aa', Teteh', dan seterusnya. Sesuatu hal yang tidak dapat dilakukan oleh sedan atau station wagon.